KPID Jatim Menegaskan Pentingnya Kontrol Kualitas pada Program Bernuansa Mistik, dalam EDP Radio Kota FM dan Radio Josh FM

0
107

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi dengar pendapat (EDP) terhadap lembaga penyiaran. EDP yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021 tersebut bagian dari proses yang harus dilalui lembaga penyiaran dalam pengajuan perizinan. 

EDP yang diselenggarakan secara daring zoom meeting diikuti anggota KPID Jawa Timur,  Diantaranya Ahmad Afif Amrullah, S.HI M.EI, Amalia Rosyadi P., S. Kom, M. Med. Kom, Eko Rinda Prasetyadi, S.H., Immanuel Yosua T. M.I.Kom., M.H. dan Malik Setyawan, S.Pd., Edward Setyadarma selaku Direktur PT. Radio Kota Buaya Mandiri  Surabaya dan Bayu Setiawan sebagai Penanggung Jawab Bidang Siaran PT. Radio Suara Tulungagung Jaya dalam hal ini mewakili Direktur atas nama Agus Wawan Budi Santoso.

Lembaga penyiaran yang mengajukan proses perizinan diantaranya PT. Radio Kota Buaya Mandiri dan PT. Radio Suara Tulungagung Jaya. Ketua KPID Jawa Timur, Afif Amrullah menyatakan bahwa EDP merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui lembaga penyiaran yang mengajukan perizinan atau selaku pemohon.

“KPID akan memberikan masukan, kritik hingga evaluasi atas berkas yang disampaikan pemohon,” kata Malik Setyawan selaku pimpinan sidang EDP.

Sedangkan Immanuel Yoshua menilai terkait perlunya control kualitas yang ketat dalam program siaran dengan nuasa mistik. “Program siaran yang bernuasa mistik wajib disiarkan pada jam dewasa dan direkomendasikan untuk menghadirkan edukasi dari ahli”, tegas Yoshua.

Ditambahkan, evaluasi itu harus disampaikan mengingat KPID merupakan wakil publik. Selama ini, wakil masyarakat Jawa Timur yang mengawal dunia penyiaran yakni KPID Jawa Timur. KPID sudah memiliki catatan-catatan atas performa masing-masing lembaga penyiaran. Jika ada yang kurang pas, KPID pasti segera meminta pemohon untuk segera memperbaikinya.

Selain itu, masukan diberikan agar KPID bisa lancar dalam melakukan tahapan perizinan selanjutnya melalui forum rapat bersama (FRB) yang diikuti bersama dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika, pihak Balai Monitoring serta KPI Pusat dan KPID Jatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here