Dorong Optimalisasi Lembaga Penyiaran, KPID Jatim Koordinasi dengan Komisi A DPRD Jatim

0
39

Surabaya – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur melakukan koordinasi dengan Komisi A DPRD Jawa Timur di Ruang Rapat DPRD Komisi A pada Senin (16/10). Melalui koordinasi ini, KPID Jawa Timur memaparkan hasil kinerja KPID Jawa Timur tahun 2023.

Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua memaparkan program kerja KPID Jawa Timur tahun 2023, diantaranya monitoring pelaksanaan Analog Switch Off (ASO), sosialisasi regulasi Pemilu 2024, monitoring siaran rutin, pendampingan mahasiswa magang kurikulum Merdeka, serta Akademi P3SPS. Yosua menyampaikan bahwa KPID Jawa Timur rutin melakukan monitoring siaran terhadap lembaga penyiaran di Jawa Timur guna mendorong optimalisasi diseminasi informasi pembangunan di Jawa Timur. 

“Lembaga penyiaran memiliki peran penting dalam melakukan sosialisasi kinerja pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap publik,” kata Yosua.

Yosua juga mengimbau agar DPRD Komisi A Jawa Timur dapat bekerjasama dengan lembaga penyiaran yang sudah berizin untuk melakukan sosialisasi kinerja tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Istu Hari Subagio menyampaikan bahwa memang diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak guna melakukan sosialisasi program kerja pemerintah daerah.

“Harapan kedepannya, kami bisa bersinergi dengan kegiatan OPD yang memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” kata Istu.

Audiensi ini dihadiri oleh Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Istu Hari Subagio, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Fraksi Demokrat Ratnadi Ismaon, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Fraksi PKB Ahmad Tamim, Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua, dan Koordinator Bidang Kelembagaan Royin Fauziana.

Dalam kesempatan ini, Koordinator Bidang Kelembagaan Royin Fauziana menambahkan untuk mengawal dan memperkuat lembaga penyiaran jelang pemilu 2024, KPID Jawa Timur telah menyelenggarakan sosialisasi regulasi Pemilu 2024 dan Akademi P3SPS.

 “Kami telah menyelenggarakan sosialisasi regulasi Pemilu 2024 guna mendorong lembaga penyiaran agar berperan aktif dalam melakukan sosialisasi tahapan pemilu. Tidak hanya itu, melalui Akademi P3SPS, kami mendorong masyarakat umum yang kami sebut sebagai relawan pengawas penyiaran untuk berpartisipasi dalam pengawalan siaran Pemilu. Hal ini menjadi perwujudan komitmen serius KPID untuk mengawal siaran sehat selama pemilu 2024,” kata Royin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here