KPID Jatim Dorong RS Jiwa Menur Surabaya Libatkan Lembaga Penyiaran dalam Promosi dan Sosialisasi

0
59

Surabaya – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur (Jatim) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit (RS) Jiwa Menur Surabaya, Selasa (22/08/23). Dalam kunjungan tersebut KPID Jatim yang diwakili oleh Immanuel Yosua T, selaku Ketua dan Staf Ahli Isi Siaran, Gandys Nanda, ditemui langsung oleh Direktur RS Jiwa Menur, Vitria Dewi dan sejumlah pegawai, karyawan, dan staf.

Pada kesempatan tersebut Yosua menjelaskan bahwa KPID Jatim sedang menjalankan fungsi penguatan partisipasi lembaga penyiaran dalam pembangunan Jatim.

“Melalui berbagai bentuk salah satunya menghubungkan dan mensosialisasikan keberadaan lembaga penyiaran kepada instansi terkait seperti RS Jiwa Menur ini,” ucap Yosua.

Dihadapan Direktur RS Jiwa Menur, Yosua juga memberikan gambaran perihal pemetaan lembaga penyiaran di Jatim berdasarkan wilayah geografis dan jangkauan. Selain berperan dalam menumbuhkembangkan iklim penyiaran yang sehat dan memastikan desiminasi informasi di Jatim, KPID Jatim juga mendorong perlunya pelibatan lembaga penyiaran dalam sosialisasi program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

“Menurut kami keterlibatan lembaga penyiaran dalam membantu proses pembangunan Pemporv menjadi sebuah keniscayaan dan sebagai bagian dari upaya integrasi antar lembaga dalam mewujudkan percepatan pembangunan sebagaimana arahan Gubernur yakni “sinergi perlu tapi kolaborasi harus menyatu”, maka dari itu kami hadir disini,” kata Yosua.

Sementara Direktur RS Jiwa Menur, Vitria Dewi, menyampaikan tentang progres pengembangan fasilitas dan layanan yang sejauh ini sudah sesuai dengan standar Kemenkes RI. Hanya saja terdapat beberapa hal yang dianggapnya masih perlu dibenahi.

“Pekerjaan rumah kita memang masih banyak terutama di persoalan bagaimana supaya masyarakat mengenal RS ini secara luas dan tidak dianggap sebagai RS yang hanya menampung pasien gangguan jiwa saja,” tutur Vitria.

Vitria berkeinginan agar mendapat masukan dan saran dari KPID Jatim. Sehingga apa yang menjadi tantangan tersebut bisa di benahi dan diperbaiki dikemudian hari.

“Jadi kami mohon untuk KPID agar bisa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah kami. Terutama pada persoalan bagaimaan bisa mengoptimalkan pelibatan lembaga penyiaran dan media, sebagaimana yang disampaikan oleh pak Yosua, dalam sosialisasi layanan RS Jiwa Menur agar tersampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur. Terutama dalam mensosialisasikan layanan mental sebagaimana arahan Gubernur,” imbuh Vitria.

Yosua bersama staf, didampingi Direktur RS Jiwa Menur, berkesempatan melihat secara langsung seluruh fasilitas dan layanan RS milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ini. Ia menyampaikan bahwa RS Jiwa Menur memiliki sisi keunggulan dibanding dengan RS lain.

“Tanpa mengesampingkan RS yang lain, tentu kita harus jujur bahwa RS Jiwa Menur ini memiliki fasilitas yang lengkap, rata-rata diatas standar lah ya, dan sistem pelayanan yang humanis tentunya. Ternyata disini tidak hanya menampung bagi pasien gangguan jiwa atau berkebutuhan khusus, akan tetapi juga untuk keluhan yang lain seperti RS umum pada umumnya. Layanan umum disini ada. Maka kami sampaikan lengkap,” tutur Yosua.

Yosua memberikan masukan dan saran agar dapat mengoptimalisasikan layanan bagi seluruh elemen masyarakat Jatim, sesuai dengan petunjuk dan arahan Gubernur saat meresmikan Gedung baru RS Jiwa Menur ini.

“Sebagaimana arahan Gubernur untuk salah satunya mendorong layanan terkait kesehatan mental dengan pendekatan spiritual. Kami kira ini penting dan perlu untuk ditindak lanjuti dan mulai disosialisasikan,” ujar Yosua.

Yosua menilai bahwa bisa jadi RS Jiwa Menur ini dapat mewujudkan target dan arahan Gubernur maka diperlukan kerjasama dalam hal ini bisa menggandeng lembaga penyiaran.

“Beberapa saran telah kami sampaikan. Kami telah melihat semua fasilitas dan layanan. Luar biasa. Lengkap dan nyaman serta humanis pelayanannya. Lalu berani bermitra dengan institusi atau lembaga lainnya. Seperti lembaga penyairan radio dan televisi yang berada dibawah naungan kami, tujuannya sederhana yakni agar dapat menyelesaikan pekerjaan rumah seperti yang disampaikan tadi seperti arahan ibu Gubernur. Tentunya ini akan bermanfaat bagi kedua belah pihak,” imbuhnya.

KPID Jatim dan RS Jiwa Menur Surabaya sepakat untuk memulai membangun kerjasama kedepannya.

“Kami harap bisa ditindaklanjuti dikemudian hari,” pungkas Vitria.

Sementara Yosua pun juga berharap agar kesepakatan ini menjadi pintu awal dalam suksesi kolaborasi keduanya.

“Kami sepakati. Dan harapan besarnya bisa saling menguntungkan. Nanti kita sama-sama kawal prosesnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here