Talkshow Elshinta Surabaya, KPID Jatim Imbau Masyarakat Waspada Hoax

0
10

Surabaya– Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur mengimbau masyarakat agar berhati-hati mencerna informasi yang beredar di media sosial. Hal ini disampaikan Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jatim Sundari saat gelar wicara di Radio Elshinta Surabaya, Jumat 9 September 2022.

“Lebih baik percaya informasi di radio maupun televisi karena proses produksinya menggunakan kode etik dibandingkan di media sosial yang tak jelas asa mula informasinya,” kata Ndari.

Ndari menekankan pentingnya literasi media di tengah masyarakat agar bisa membedakan informasi benar atau tidak. Selama ini, KPID Jatim berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan kelompok masyarakat untuk menggelar sosialisasi Pedoman Perilaku Penyiaran/Standar Program Siaran sebagai bentuk pendidikan literasi masyarakat.

Selain itu, KPID Jatim juga mengimbau lembaga penyiaran untuk mematuhi kaidah jurnalistik saat memberitakan tentang dampak kenaikan harga pertalite. Caranya dengan membuat berita yang tidak berpihak, benar, dan akurat.

“Radio dan TV mesti menerapkan cover both side dan tidak mencampurkan fakta dengan opini” kata Ndari.

Kunjungan KPID Jatim ke Radio Elshinta Surabaya juga dalam rangka pengawasan isi siaran. Tiga orang anak magang dari Universitas Brawijaya yakni Natania, Grace, dan Indira ikut serta dalam proses pemantauan.

KPID Jatim memastikan siaran lokal di Elshinta Surabaya mencapai 60 persen dari total keseluruhan waktu siaran berjaringan per hari. Aturan tersebut tertuang dalam Standar Program Siaran Pasal 68.

Kepala Biro Elshinta Surabaya Yuyun Arbaiyah mengatakan pihaknya tengah menata kembali sistem siaran setelah pandemi. Namun yang pasti, katanya, P3/SPS menjadi pedoman saat Elshinta Surabaya memproduksi program siaran.

“Kami mengusahakan durasi konten lokal di Elshinta Surabaya memenuhi ketentuan di P3/SPS,” kata Yuyun.

KPID Jatim mendukung lembaga penyiaran lokal menghasilkan produk siaran berkualitas bagi masyarakat. Pemantauan dan pembinaan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas televisi dan radio di Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here