Optimalkan Kolaborasi Penyiaran Lokal, KPID Jatim Audiensi dengan DPRD JATIM

0
26

Surabaya – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur (KPID JATIM) melakukan audiensi dengan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, Senin (4/4/2022). Selain untuk silahturahmi setelah dilantik, audiensi tersebut juga upaya mengoptimalkan siaran lokal Jatim yang sebentar lagi memasuki Analog Switch Off (ASO)

“Kami terus melakukan optimalisasi peran KPID dalam merperkuat siaran lokal agar program pemerintah bisa tersampaikan ke masyarakat. Selain itu, KPID juga akan menyosialisasikan penggunaan televisi digital kepada masyarakat,” kata Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua saat audiensi dengan Komisi A DPRD Jatim.

Rombongan KPID Jatim dipimpin Ketua, Immanuel Yosua, didampingi Wakil Ketua, Dian Ika Riani, Koordinator Bidang Kelembagaan, Royin Fauziana, Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), Habib M Rohan, Kordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Sundari, serta anggota Bidang Pengawasan Isi Siaran, Romel Masykuri.

Yosua mengatakan sebentar lagi ada 9 kabupaten kota yang akan diberlakukan Analog Switch Off (ASO) pada 30 April 2022 mendatang. Daerah tersebut adalah Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Pacitan. Kabupaten dan kota lain akan menyusul di tahap kedua pada 25 Agustus 2022 dan tahap terakhir di 2 November 2022. Sosialisasi ASO kepada seluruh masyarakat perlu dilakukan.

Pada kesempatan tersebut, Yosua juga menyampaikan apresiasinya terhadap Dinas Kominfo Jatim dan juga Komisi A DPRD Jawa Timur atas dukungan yang diberikan terhadap KPID. Menurutnya, pendampingan administratif oleh Kominfo dan penguatan oleh Komisi A DPRD Jatim menjadi kekuatan bagi KPID Jatim dalam berkarya. Bukan hanya itu saja, jajaran komisioner KPID yang hadir secara senada menyampaikan harapannya agar kolaborasi KPID dengan Komisi A dan Diskominfo terus berjalan. Lebih lanjut mengenai hal ini Yosua menyatakan, “Kami bersyukur atas pendampingan Pemprov Jatim melalui Dinas Kominfo dan jajaran terkait dan tentu saja Komisi A DPRD Jatim yang adalah orang tua kami. Kami harap kami terus didampingi agar kekaryaan bersama bagi masyarakat makin optimal dan kendala-kendala yang dapat mengurangi efektifitas kinerja kami dapat terselesaikan.”

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jatim, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Dr. Istu Hari Subagio, S.E., M.M. pun memberikan dukungan atas program yang akan dilaksanakan KPID Jatim tersebut. Ia mengatakan radio dan televisi resmi berizin perlu dilibatkan dalam pembangunan di Jawa Timur, baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota.

“Ya tentu koordinasi dan kolaborasi sangat diperlukan sehingga tujuan pembangunan Jawa Timur dapat dicapai. TV dan radio lokal yang telah berizin perlu dilibatkan, jangan malah sebaliknya,” kata Estu sembari menekankan pihaknya akan memberikan dukungan penuh.

Menambahkan, Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jawa Timur Sundari mengatakan perlu pendidikan literasi media dan digital terhadap masyarakat agar mereka bisa memilih media massa yang tepat dan bermutu. Pendidikan literasi ini bisa dilakukan oleh KPID Jatim, salah satunya lewat kolaborasi dengan Komisi A DPRD Jatim.

Anggota Komisi A DPRD Jatim Bambang Juwono mengatakan pendidikan literasi media memang diperlukan, baik untuk media penyiaran, media online, maupun media sosial. Ia dan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Rohani Siswanto mendorong KPID Jawa Timur memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan program dan menerima pengaduan.

Selain ketiga legislator Komisi A DPRD Jatim tersebut, hadir pula anggota lain seperti H. Kholiq SH, Hj Lailatul Qodriyah, Heri Setiawan, H. Ahmad Tamim, dan Andy Firasadi.

Audiensi KPID Jatim dengan Komisi A DPRD Jatim ini merupakan upaya berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menyukseskan program pembangunan Jawa Timur. KPID Jatim berkomitmen mewujudkan siaran Jawa Timur yang humanis, bermartabat, mendidikan, nasionalis, dan inspiratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here