Wujudkan Konten Ramah Disabilitas,KPID Jatim Selenggarakan Zoombinar Dengan Tema Disabilitas Dalam Konten Siaran Tinjauan

0
70

Disabilitas dalam konten siaran tinjauan citizen journalism dan kebijakan tema zoombinar yang diselenggarakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2020. Acara dibuka dengan sambutan ketua KPID Jawa Timur A. Afif Amrullah, dalam sambutannya Afif menyatakan bahwa KPID Jawa Timur sebelum telah melaksanakan kolaborasi dan kerjasama dengan komunitas penyandang disabilitas, dengan mendatangi langsung lokasi maupun mengundang di kantor KPID Jawa Timur. Dengan kerjasama ini diharapkan lembaga penyiaran dapat memberikan aware terhadap disabilitas. Adapun terkait konten disabilitas dalam lembaga penyiaran dapat terbentuk dengan baik tergantung pada mindset dari pemerintah, lembaga penyiaran, dan disabilitas itu sendiri.

Disabilitas merupakan bagian dari isu sektoral yang mencakup banyak hal diantaranya dari sisi pendidikan, kepegawaian, isu sector sosial, ekonomi, itulah hal yang memengaruhi kesejahteraan. Adapun lembaga penyiaran dapat menyediakan konten yang ramah akan disabilitas, sebagaimana contoh perlunya ahli bahasa isyarat untuk lembaga penyiaran televisi dan lembaga penyiaran tidak membuat eksploitasi dan komodifikasi tentang disabilitas.  Disabilitas memiliki hak untuk menikmati konten baik televisi maupun radio. Disabilitas itu salah satu keragaman dan persektif yang sama sebagai manusia, dan memiliki hak dasar dan hak lainnya yang terdiri dari berbagai sector. Dengan adanya acara ini, ketua KPID Jatim A. Afif Amrullah menyatakan harapan dengan diadakannya kegiatan ini dapat mengakomodasi tentang konten disabilitas dalam lembaga penyiaran di Jawa Timur.

 Terkadang insan disabilitas di angkat ditunjukkan dalam bentuk konten yang dijadikan komodifikasi lembaga penyiaran, namun mereka selama menguntungkan akhirnya mereka tetap dapat menikmati hal tersebut.

Harapan dari teman-teman disabilitas yaitu melalui pendekatan sosok disabilitas kepada media. menghadirkan konten yang menimbulkan kebanggaan, tak sekedar membahas profil disabilitas namun pernak-pernik yang masih terkait dengan kedisabilitasan, narasumber berparadigma positif.

 Immanuel Yoshua Komisioner KPID Jawa Timur menyatakan bahwa jika membahas persoalan disabilitas ini tidak terlepas dari aturan. Kondisi ideal kaum disabilitas harus dimaksimalkan sebagai bagian masyarakat Indonesia yang memiliki beragam hak seperti hak aktualisasi diri, hak pendidikan dan lain-lain. Dalam ranah praktis, kaum disabilitas hanya dijadikan objek, tidak terkecuali dalam lembaga penyiaran, (objek pragmatism) sebagaimana contoh framing disabilitas yang harus dikasihani, bukan dihargai sebagaimana manusia yang lain. Dari framing ini, akan menimbulkan persepsi masyarakat tentang disabilitas. Maka dari inilah pentingnya peran citizen jurnalisme (jurnalisme warga).

Dalam persektif citizen jurnalisme dapat memunculkan hal yang lain terkait disabilitas, dan  KPID Jawa Timur memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan citizen journalism. Secara singkat yang bisa dilakukan oleh disabilitas yaitu menjadi bagian dari citizen journalism. Maka pegiat disabilitas dapat mengisi ruang citizen journalism untuk mengubah perspektif masyarakat tentang kaum disabilitas.

Selanjutnya, Tanggapan Keberpihakan Kebijakan terhadap konten disabilitas yang disampaikan oleh Freddy. “Kelompok difabel yang terbit Perda no 3, tahun 2013 tentang perlindungan kepada kelompok disabilitas, bahwa kelompok disabilitas setara dengan kelompok non-disabilitas, jadi segalanya dapat terfasilitasi, dan mempunyai kedudukan hukum yang sama”, UJar Freddy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here