KPID Jatim Gelar Edukasi Penyiaran untuk KIM dan Pegiat Medsos

0
98

Dalam mewujudkan progam pemerintah tersampaikan lebih efektif, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Penyiaran bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Pegiat Media Sosial (Medsos) di Jawa Timur, Selasa (4/8) kemarin. Workshop bertempat di Ruang Mliwis Putih Bakorwil Bojonegoro dihadiri Kepala Bakorwil Bojonegoro, Dyah Wahyu Ermawati.


Workshop penyiaran kali ini yang merupakan kerjasama KPID Jawa Timur dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur,  kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan media berbasis komunitas masyarakat. Pesertanya dari komunitas, Forum Radio Bojonegoro, ORARI dan RAPI.

Menghadirkan narasumber dari kalangan yang profesional di bidangnya yaitu KPID Jawa Timur, Amalia Rosyadi Putri, Gani Kartiwa adiwisastra, Ceo PT. Iconusantara, Zahidin, Direktur Radar Bojonegoro, dan Elis Yusniyawati, anggota komisi Informasi Provinsi JawaTimur.

“Sesuai dengan UU Penyiaran No.32 tahun 2020, KPID Jawa Timur memiliki kewenangan dalam pengawasan konten siaran lembaga penyiaran di Jawa Timur, yang terdiri dari radio dan televisi, untuk wilayah Bojonegoro sendiri, terdapat 9 lembaga penyiaran baik radio swasta, maupun komunitas yang telah berizin, mengingat adanya pandemic covid 19, lembaga penyiaran diharapkan dalam memberikan konten yang edukatif, informative, dan solutif kepada masyarakat dalam menyampaikan program pemerintah”, Ujar Amalia Rosyadi S.Kom.I., M.Med.Kom Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jawa Timur.

Adapun Kepala Bakorwil Bojonegoro, Dyah Wahyu Ermawati, dalam sambutannya mengatakan, workshop penyiaran ini digelar bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, seperti Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan pegiat Medsos sebagai mitra pemerintah dalam mendiseminasikan informasi publik.

”Dukungan masyarakat berupa pemberdayaan media komunitas berbasis masyarakat untuk memperkuat strategi komunikasi public, dan agenda setting yang disusun pemerintah. Pemberdayaan bisa berupa penambahan kompetensi dan knowledge akan suatu isu publik yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya

Di era banjir informasi pemerintah perlu menyusun manajemen isu publik yang baik. Harapannya agar kinerja pemerintah mendapat apresiasi positif dan masyarakat agar ikut serta dalam program yang direncanakan pemerintah. Pemberdayaan media komunitas berbasis masyarakat, bisa berupa penambahan kompetensi dan knowledge suatu isu publik. Tentunya yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat banyak.

”Kami berharap media komunitas ini bisa menjadi jejaring di tingkat masyarakat untuk membantu pemerintah dalam diseminasi informasi publik dan kebijakan pemerintah agar dapat dimengerti masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Workshop dilangsungkan dengan memenuhi protokol kesehatan. Peserta sebelum masuk akan dites suhu tubuh, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, serta memakai masker atau face shield.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here